Sabtu, 25 Juni 2011

Jet Tempur F-22 Raptor Dilarang Terbang


Angkatan
Udara Amerika Serikat telah melarang
terbang seluruh armada jet tempur F-22
miliknya. Pelarangan itu dilakukan setelah
muncul masalah dengan pasokan oksigen
pesawat tempur paling canggih di dunia
tersebut.
Jet F-22 Raptor yang bisa menghindari radar
tersebut dilarang terbang sejak 3 Mei lalu.
Para pejabat Angkatan Udara AS tak bisa
memastikan kapan pesawat-pesawat perang
tersebut akan kembali dioperasikan.
"Keselamatan awak udara kami adalah yang
terpenting dan kami akan menggunakan
waktu yang diperlukan untuk memastikan
kami melakukan investigasi menyeluruh,"
ujar juru bicara Angkatan Udara AS, Kapten
Jennifer Ferrau, Sabtu (25/6/2011).
Menurut jurnal Flight Global, Angkatan
Udara AS tengah menyelidiki kemungkinan
kemacetan dalam sistem pasokan oksigen di
pesawat F-22 setelah beberapa pilot
melaporkan adanya masalah.
Dalam sebuah kasus, sebuah jet F-22
menyambar puncak pohon sebelum
mendarat dan sang pilot tak bisa mengingat
insiden itu, yang mengindikasikan
kemungkinan gejala hipoksia akibat
kekurangan udara.
Dikatakan Ferrau, terlalu dini untuk
memastikan bahwa masalah teknis tersebut
terkait dengan sistem pembangkit oksigen di
pesawat, yang dikenal sebagai OBOGS.
Sejak Januari lalu, para pilot F-22 telah
dilarang terbang di atas ketinggian 25 ribu
kaki (7.600 meter) menyusul jatuhnya
pesawat Raptor di Alaska saat latihan
terbang. Angkatan Udara AS memiliki lebih
dari 160 pesawat F-22 Raptor dan berencana
memiliki total 187 jet Raptor.

Sumber : AFP

0 komentar:

Posting Komentar