kesenian reog ponorogo

menghargai kesenian indonesia dan melestarikan kesenian tersebut bisa meningkatkan martabat indonesia di mata dunia

kesenian dongkrek asli madiun

Kesenian ini disebut seni dongkrek bermula dari bunyi yang ditimbulkan oleh paduan dua alat musik tradisional yang mengiringinya. Yakni bunyi dung berasal dari beduk atau kendang dan krek dari alat musik yang disebut korek

jam tangan porsche

Bila anda seorang pecinta fashion dan merek mobil Porsche, coba lirik jam tangan ini. Jam tangan ini harganya hampir tiga kali lebih mahal dari mobil Porsche sepertiCaymanatau Boxter.

kawasaki ninja 600cc

PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) resmi meluncurkan produk andalan terbarunya setelah sukses menghantarkan Ninja 250cc Kawasaki Ninja ZX-6R yang menawarkan performa lebih sempurna. Kawasaki Ninja ZX-6R berkapasitas 600cc dan di kasih harga Rp 211 juta on the road (OTR) untuk Jabotabek

sony ericsson experia

xperia Ray Menilik bentuknya, Xperia Ray adalah sebuah handset modis dengan ketebalan 9,4 mm. Handset ini menjalankan Android 2.3 Gingerbread dan mengusung layar seluas 3,3 inch. Layar tahan gores tersebut memakai teknologi Reality Display.

Tampilkan postingan dengan label pesawat antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesawat antariksa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juni 2011

2015 Rusia Kirim Pesawat Menuju Matahari

Matahari adalah salah satu
bintang terbesar di luar angksa. Namun, sejauh
ini belum ada ilmuwan yang bisa melakukan
penelitian dari jarak dekat.
Saat ini ada beberapa ilmuwan dari beberapa
negara yang tergabung dalam helio-
physicists telah membuat perangkat untuk
mendekati Matahari, untuk menelitinya
sedekat mungkin. Untuk menunjang
penelitian itu, Rusia berencana akan
meluncurkan pesawat ruang angkasa ke
Matahari.
Ide pertama mengirimkan pesawat ruang
angkasa ke Matahari berasal dari komunitas
ilmuwan Rusia pada tahun 1970 (di masa
Brezhnev). Namun, di awal proyek pertama
itu, pesawat tanpa awak itu secara teknis
dinilai tidak layak.
Kini para ahli dari Institute of Terrestrial
Magnetism, Ionosphere and Radio Wave
Propagation atau Pushkov (IZMIRAN),
Physics Institute of the Academy of
Sciences (FIAN) dan peneliti lainnya, sedang
bekerja untuk menyelesaikan proyek
Interhelioprobe. Direktur Lembaga Studi Luar
Angkasa dengan Akademisi Ilmu
Pengetahuan Rusia, Lev Zelyony,
mengatakan tidak menutup kemungkinan
bahwa pesawat antariksa ini nanti akan bisa
mendekati Matahari pada ketinggian 10-12
solar radii.
Dengan jarak sedekat itu, ancaman bahaya
memang akan muncul. Selain bahaya
overheating, juga bahaya penguapan sinar di
bawah Matahari yang bisa menyebabkan
kesalahan dalam pengukuran.
Oleh karena itu, yang akan menjadi prioritas
adalah mengembangkan perisai panas yang
mampu menahan suhu sampai 600 derajat
Celcius. Nantinya, bahan perisai itu akan
dibuat dari bahan tungsten, molybdenum, dan
bahan tahan api lainnya.
"Mendekati Matahari diperlukan untuk
mempelajari fenomena seperti 'solar flares',"
kata Vladimir Kuznetsov, Direktur IZMIRAN.
"Yang paling penting juga untuk mempelajari
siklus Matahari dan dinamo Matahari, karena
sampai hari ini kami masih tidak dapat
memprediksi awal dan amplitudo siklus ini."
Menurut Kuznetsov, jika mampu mempelajari
serta memprediksi siklus Matahari, akan
memungkinkan untuk mengurangi dampak
bahaya bagi Bumi.
Selain Rusia, proyek serupa juga dilakukan di
negara lain. Ilmuwan Eropa yang bekerja
untuk Solar Orbiter juga tengah meneliti
Matahari dari jarak 60 solar radii (jarak ini
sedikit lebih dekat dari orbit Merkurius).
American Solar Probe akan mendekati
Matahari pada jarak hanya 8.5 radii dari
permukaan.
Namun, Solar Orbiter baru akan diluncurkan
pada 2017, dan Solar Probe pada tahun 2018.
Sedangkan pesawat milik Rusia itu, diyakini
para ilmuwan akan diluncurkan pada 2015.