kesenian reog ponorogo

menghargai kesenian indonesia dan melestarikan kesenian tersebut bisa meningkatkan martabat indonesia di mata dunia

kesenian dongkrek asli madiun

Kesenian ini disebut seni dongkrek bermula dari bunyi yang ditimbulkan oleh paduan dua alat musik tradisional yang mengiringinya. Yakni bunyi dung berasal dari beduk atau kendang dan krek dari alat musik yang disebut korek

jam tangan porsche

Bila anda seorang pecinta fashion dan merek mobil Porsche, coba lirik jam tangan ini. Jam tangan ini harganya hampir tiga kali lebih mahal dari mobil Porsche sepertiCaymanatau Boxter.

kawasaki ninja 600cc

PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) resmi meluncurkan produk andalan terbarunya setelah sukses menghantarkan Ninja 250cc Kawasaki Ninja ZX-6R yang menawarkan performa lebih sempurna. Kawasaki Ninja ZX-6R berkapasitas 600cc dan di kasih harga Rp 211 juta on the road (OTR) untuk Jabotabek

sony ericsson experia

xperia Ray Menilik bentuknya, Xperia Ray adalah sebuah handset modis dengan ketebalan 9,4 mm. Handset ini menjalankan Android 2.3 Gingerbread dan mengusung layar seluas 3,3 inch. Layar tahan gores tersebut memakai teknologi Reality Display.

Tampilkan postingan dengan label gunung dieng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung dieng. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2011

Dieng Digoyang Gempa Beruntun

Aktivitas vulkanik di Gunung
Dieng, Jawa Tengah, pagi ini, Senin, 6 Juni
2011, meningkat signifikan. Gunung berstatus
'siaga' itu, pada pukul 06.00 WIB digoyang
gempa beruntun.
Berdasarkan keterangan Staf Khusus
Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana
Alam, Andi Arief, Dieng diguncang tujuh kali
gempa hembusan, lima kali gempa vulkanik,
satu kali gempa vulkanik dangkal, dua kali
gempa tektonik lokal, dan satu kali gempa
tektonik jauh.
Sementara itu, konsentrasi gas
karbondioksida (CO2) di Kawah Timbang
terekam maksimum sebesar 1,95 persen
volume. Jumlah itu naik dari 0,86 persen
volume pada pekan lalu. Padahal batas aman
kandungan CO2 hanya 0,5 persen volume.
Saat ini, ratusan warga telah mengungsi dari
wilayah berbahaya. Pengungsi yang
berjumlah lebih dari 600 orang itu terbagi
dalam 17 pos di Banjarnegara dan Wonosobo.

Minggu, 29 Mei 2011

Sejarah Aktivitas Vulkanik Gunung Dieng

Kepala Pusat Vulkanologi dan
Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono,
mengatakan status Gunung Dieng telah
mengalami peningkatan status dari Waspada
ke Siaga. Aktivitas vulkanik di Kawah
Timbang pun meningkat, ditandai dengan
keluarnya gas beracun.
Sebenarnya, aktivitas vulkanik di Dieng
bukan hal yang terbilang baru. Peneliti
gunung berapi asal Australia, John Seach
dalam situsnyaVolcanolive.com,
menyebutkan selama beberapa abad
aktivitas vulkanik di Dieng didominasi oleh
erupsi freatik (letusan yang disebabkan
pemanasan air di bawah tanah) dan aktivitas
geothermal (panas bumi), seperti fumaroles
(kawah), solfataras (uap belerang), kolam
lumpur, dan sumber air panas.
Gunung Dieng juga terkenal karena
melepaskan karbondioksida (CO2) beracun,
yang terkadang menimbulkan korban jiwa
penduduk setempat. Emisi karbondioksida itu
bisa merusak vegetasi sekitar, penduduk
setempat pun menyebutnya "lembah
kematian".
Di dataran tinggi Dieng terdapat dua gunung
jenis stratovolcano (Butak Petarangan dan
Dieng) dan banyak kawah aktif. Sebagian
kawah merupakan kolam mengandung asam
panas.
John Seach pun mencatat sejumlah letusan
yang pernah terjadi di Dieng, yaitu:
2009:
Pada 16 Januari, Dieng meningkat statusnya
menjadi waspada. setelah ada aktivitas
vulkanik sehari sebelumnya. Erupsi terjadi di
kawah Sibanteng, yang menyemburkan
material (uap panas) hingga 50 meter.
Pada 1 - 19 September, terdapat dua gempa
vulkanik. Sedangkan pada 20 - 23
September, terdapat setidaknya satu gempa
vulkanik, dan satu gempa vulkanik lagi pada
24 September.
Kemudian pada 26 - 27 September, erupsi
freatik kembali terjadi, tapi kali ini di kawah
Sileri. Erupsi berlangsung sekitar 15 detik.
Letusan terdengar hingga jarak 2 kilometer
dari kawah. Selama erupsi freatik, lumpur
juga terlontar hingga radius 140 meter.
Temperatur di kawah Sileri sendiri tetap
konstan, sekitar 70 derajat Celcius.
Dalam erupsi freatik ini, status gunung tidak
ditingkatkan. Tidak ada gas beracun yang
dihembuskan. Warga pun hanya diminta
menjauh dari sekitar kawah Sileri, tanpa ada
perintah evakuasi.
1992:
Pada 18 Maret 1992 gunung Dieng
mengeluarkan gas beracun yang
menewaskan satu orang di sekitar sungai
yang terletak 200 meter sebelah barat
kawah Sikidang.
1979:
Di tahun ini, terjadi erupsi di sisi barat daya
gunung Dieng, yang disertai hembusan
karbondioksida. Setidaknya 149 orang tewas
dalam erupsi yang terjadi pada 20 Februari.
Kawah Sinila juga mengeluarkan gas
karbondioksida dan Hidrogen Sulfida (H2S).
Sekitar 17 ribu penduduk pun dievakuasi dari
enam desa di sekitar kawah Sinila. Ikan dan
ternak kemudian tewas akibat erupsi.
1944:
Letusan terjadi pada tanggal 4 Desember.
Hujan abu dan lumpur terjadi di desa
Kepakisan, Sekalem, Sidolok, Pagerkandang,
Djawera, dan Kepakisan-lor hingga gelap
pekat. Setidaknya 59 orang tewas, 38 orang
luka (sebagian luka bakar), dan 55 orang
menghilang.
1939:
Erupsi freatik terjadi di Dieng pada 13
Oktober. Retakan membentuk lereng dan
menghasilkan pancaran lumpur. Aktivitas ini
terus berlangsung hingga 3 November
Tahun terjadinya aktivitas vulkanik di Dieng:
2009, 2005, 1993, 1986, 1981, 1979, 1964,
1956, 1954, 1953, 1952?, 1944, 1943, 1939,
1928, 1883-84, 1847, 1826, 1825, 1786,
1776?, 1375.