kesenian reog ponorogo

menghargai kesenian indonesia dan melestarikan kesenian tersebut bisa meningkatkan martabat indonesia di mata dunia

kesenian dongkrek asli madiun

Kesenian ini disebut seni dongkrek bermula dari bunyi yang ditimbulkan oleh paduan dua alat musik tradisional yang mengiringinya. Yakni bunyi dung berasal dari beduk atau kendang dan krek dari alat musik yang disebut korek

jam tangan porsche

Bila anda seorang pecinta fashion dan merek mobil Porsche, coba lirik jam tangan ini. Jam tangan ini harganya hampir tiga kali lebih mahal dari mobil Porsche sepertiCaymanatau Boxter.

kawasaki ninja 600cc

PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) resmi meluncurkan produk andalan terbarunya setelah sukses menghantarkan Ninja 250cc Kawasaki Ninja ZX-6R yang menawarkan performa lebih sempurna. Kawasaki Ninja ZX-6R berkapasitas 600cc dan di kasih harga Rp 211 juta on the road (OTR) untuk Jabotabek

sony ericsson experia

xperia Ray Menilik bentuknya, Xperia Ray adalah sebuah handset modis dengan ketebalan 9,4 mm. Handset ini menjalankan Android 2.3 Gingerbread dan mengusung layar seluas 3,3 inch. Layar tahan gores tersebut memakai teknologi Reality Display.

Tampilkan postingan dengan label Guru Kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Kesenian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Mei 2011

Nasib Pak Sartono Sang Pencipta Hymne Guru

Kondisi yang sangat
memprihatinkan datang dari Pak Sartono,
sang pencipta 'Hymne Guru' dihari tuanya.
Meski prestasi dan jasanya untuk bangsa
sangat luar biasa, Sartono tampak serba
kekurangan.
Baru-baru ini di forum internet ramai
diperbincangkan tentang sosok Pak Sartono.
Mempunyai gaji Rp 60 ribu setiap bulannya,
tinggal di rumah yang hanya berdindingkan
kayu adalah salah satu obrolan yang
membuat miris hati. Bahkan bagi kalangan
artis seperti Ussy Sulistiawaty.
Ussy menilai Pak Sartono yang kini
menginjak usia 75 tahun adalah sosok yang
mempunyai jasa besar bagi pendidikan. Ia pun
meminta pemerintah lebih
memperhatikannya.
"Kondisinya sangat memprihatinkan,
nasibnya kayak sekarang nggak dapet
perhatian dari pemerintah. Padahal
prestasinya dan jasanya itu sangat luar biasa
dengan menciptakan Hymne Guru," tutur
pelantun 'Titik' itu saat dihubungi melalui
telepon, Sabtu (14/5/2011).
Ussy juga berharap pemerintah bertindak
cepat. Bahkan bukan hanya untuk Pak
Sartono, tetapi kepada pensiunan guru-guru
dan 'pahlawan' lainnya.
"Bukan hanya Pak Sartono saja,
kesejahteraan pengajar-pengajar lain juga
banyak yang mengalami nasib sama. Kayak
atlet-atlet kita juga banyak yang tidak
sejahtera dan kekurangan," ungkapnya.
Pak Sartono adalah seorang guru kesenian
yang tak pernah diangkat menjadi guru tetap.
Ia pun tak pernah mendapat royalti dari
pembuatan 'Hymne Guru'. Bahkan, sekarang
hidupnya hanya bergantung kepada sang
istri.


Sumber ; detik